Program Mahasiswa Berdampak UNAND 2026 Perkuat Pemulihan Ekonomi Nagari Sipinang Pascabanjir
TIMES Padang/Tim Program Mahasiswa Berdampak UNAND 2026. (FOTO: UNAND)

Program Mahasiswa Berdampak UNAND 2026 Perkuat Pemulihan Ekonomi Nagari Sipinang Pascabanjir

Program Mahasiswa Berdampak menjadi bagian dari komitmen Universitas Andalas dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

TIMES Padang,Jumat 27 Februari 2026, 15:22 WIB
25
H
Hainor Rahman

PadangLuka akibat banjir bandang (galodo) yang menerjang Nagari Sipinang, Kabupaten Agam, pada akhir 2025 belum sepenuhnya pulih. Kerusakan lahan pertanian, turunnya produktivitas, hingga melemahnya pendapatan warga menjadi tantangan serius bagi masyarakat setempat.

Sekitar 5,40 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan. Produktivitas anjlok hingga 70 persen, berdampak langsung pada penurunan penghasilan petani. Kondisi tersebut menuntut strategi pemulihan yang tidak hanya bersifat rehabilitatif, tetapi juga transformatif dan berkelanjutan.

Di tengah situasi itu, Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 hadir melalui keterlibatan 73 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi, Hukum, Keperawatan, dan MIPA Universitas Andalas (UNAND). Program ini difokuskan untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

article

Dua kelompok mitra utama dilibatkan dalam program tersebut, yakni Kelompok Tani Sipinang Sahadok Sahadang yang beranggotakan 20 orang dan Kelompok PKK Nagari Sipinang dengan 50 anggota. Kelompok tani memiliki komoditas unggulan padi dan tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan lengkuas, sementara kelompok PKK aktif secara sosial namun belum memiliki kemandirian ekonomi tambahan bagi keluarga.

Pascabencana, para petani menghadapi persoalan kehilangan bibit dan pupuk, rusaknya lahan, hingga turunnya hasil panen. Di sisi lain, kebutuhan Produk Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) meningkat, sementara keterampilan produksi dan legalitas usaha masih terbatas.

Program yang diketuai Dwisari Dillasamola bersama tim dosen Yufri Aldi dan Silvia Permata Sari, mengusung pendekatan pemberdayaan berbasis hilirisasi tanaman obat lokal. Diversifikasi usaha dinilai menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah yang rentan terhadap risiko bencana.

article

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 10–12 Februari 2026. Selain penyamaan persepsi dan penguatan komitmen mitra, kegiatan juga disertai edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Tim bersama kelompok tani membangun greenhouse sederhana untuk melindungi bibit dari cuaca ekstrem dan meningkatkan keberhasilan budidaya jahe serta serai sebagai bahan baku produk herbal. Kelompok tani juga mendapatkan pelatihan teknik pascapanen dan standarisasi simplisia agar mutu bahan baku lebih terjamin.

Sementara itu, kader PKK Nagari Sipinang memperoleh pelatihan formulasi Produk Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) berbasis herbal sesuai prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) skala rumah tangga.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, hasil program mulai terlihat. Mitra kini mampu memproduksi simplisia jahe dan serai dengan mutu lebih baik. Dari tangan kader PKK lahir berbagai produk turunan seperti granul jahe instan, hand sanitizer herbal, serta jelly jahe sebagai pangan fungsional yang memiliki nilai jual dan relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Untuk memperkuat daya saing, tim memperkenalkan identitas merek “Sipinang Herbal Care” disertai pendampingan branding dan pemasaran digital. Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk masyarakat Nagari Sipinang.

Ketua pelaksana, Dwisari Dillasamola, menegaskan bahwa program ini dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin kebangkitan yang terjadi bukan hanya sementara, tetapi benar-benar menguatkan fondasi ekonomi masyarakat ke depan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, keberlanjutan menjadi fokus utama sehingga pendampingan dan evaluasi akan terus dilakukan agar model pemberdayaan ini berkembang menjadi usaha kelompok yang mandiri dan berdaya saing.

Program Mahasiswa Berdampak menjadi bagian dari komitmen Universitas Andalas dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pengabdian mahasiswa, upaya pemulihan ekonomi di Nagari Sipinang diharapkan semakin kokoh sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa mendatang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hainor Rahman
|
Editor:Hainorrahman

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Padang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.