Siap Sambut Kepulangan Kloter Perdana Jemaah Haji, Debarkasi Padang Matangkan Layanan
Penyederhanaan alur kedatangan menjadi fokus utama tahun ini. Terobosan layanan juga dilakukan pada proses administrasi.
PADANG – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang telah mematangkan seluruh alur dan mekanisme pelayanan. Kesiapan ini dilakukan guna menyambut kepulangan para jemaah haji yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kedatangan perdana atau Kloter 1 dipastikan akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Rabu, 3 Juni 2026 sore.
Kepastian dan kesiapan teknis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyambutan yang berlangsung di Asrama Haji Padang, Selasa (2/6/2026).
Rapat dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, didampingi jajaran pejabat struktural.
Turut hadir unsur instansi pendukung. Mulai dari Kesra Setda Provinsi, Otoritas Bandara, pihak maskapai Garuda Indonesia, Dinas Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai, hingga Angkasa Pura.
Kloter perdana ini akan tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 777‑300ER dengan estimasi waktu pendaratan pukul 18.15 WIB.
“Seluruh petugas sudah berada di pos masing‑masing. Layanan maksimal kami berikan mulai dari turun pesawat hingga sampai ke daerah asal,” ujar M. Rifki.
Penyederhanaan alur kedatangan menjadi fokus utama tahun ini. Begitu pesawat mendarat, jemaah langsung diantar naik ke 10 unit bus yang sudah menunggu di pinggir landasan.
Terobosan layanan dilakukan pada proses administrasi. Pemeriksaan paspor dan cap imigrasi dilakukan langsung di dalam bus. Jemaah tak perlu antre lagi di terminal kedatangan.
“Paspor dikumpulkan dan diproses di atas bus. Tujuannya agar proses cepat dan jemaah bisa beristirahat tenang setelah perjalanan jauh,” jelas Rifki.
Sekitar satu setengah hingga dua jam setelah mendarat, seluruh rombongan diperkirakan sudah sampai aman di Asrama Haji Padang.
Sesampainya di asrama, jemaah diarahkan masuk aula utama lewat jalur pemeriksaan kesehatan dan pemindaian barang bawaan.
Pengecekan suhu tubuh dilakukan ketat menggunakan alat thermal scanner. Jika suhu di atas 38 derajat Celcius, tim medis langsung lakukan observasi lebih lanjut.
Seluruh barang bawaan ditangani sepenuhnya oleh petugas logistik. Jemaah sama sekali tak perlu mengangkat atau mendorong koper.
“Urusan barang menjadi tanggung jawab kami. Jemaah cukup jalan ringan menuju ruang tunggu dan acara penyambutan,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi serah terima resmi. Jemaah diserahkan ke PPIH, lalu diteruskan ke pemerintah daerah masing‑masing untuk dipulangkan ke kampung halaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

