Menggantikan Langkah yang Terhenti: Kisah Dona dan Doni Mengemban Amanah Orang Tua di Tengah Keterbatasan
Dua bersaudara, Dona dan Doni berhasil menunaikan ibadah haji kedua orang tuanya. (FOTO: Kemenhaj Sumbar).

Menggantikan Langkah yang Terhenti: Kisah Dona dan Doni Mengemban Amanah Orang Tua di Tengah Keterbatasan

Dona dan Doni, dua bersaudara dari Limapuluh Kota, berangkat haji menggantikan orang tua yang wafat. Hasil panen jeruk dan sawah peninggalan orang tua melimpah 2-3 kali lipat, cukup untuk membiayai keduanya.

TIMES Padang,Sabtu 20 Juni 2026, 21:46 WIB
593
D
Diona Arvoni

PADANGKepergian dua orang tua dalam jarak waktu yang hanya terpaut dua bulan meninggalkan duka sekaligus amanah besar bagi Dona Putra (32) dan kakaknya, Doni, asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Kedua orang tua mereka telah terdaftar memiliki porsi haji sejak tahun 2013, namun takdir memanggil mereka sebelum sempat melangkah ke Tanah Suci.

Melalui proses pelimpahan hak, amanah itu kemudian jatuh ke tangan kedua bersaudara. “Awalnya terasa sedih, kami berangkat menggantikan langkah orang tua yang terhenti. Tapi kami mantapkan hati, semoga ibadah ini juga menjadi amal jariah bagi ayah dan ibu,” ujar Dona, Sabtu (20/6/2026).

Mengemban amanah itu tidaklah mudah. Kendala terbesar datang dari sisi pembiayaan. Di awal, keluarga bahkan sempat berpikir hanya satu orang yang bisa berangkat, karena belum memiliki gambaran jelas dari mana dana pelunasan akan diperoleh.

Namun pertolongan datang lewat kebun jeruk dan sawah peninggalan orang tua yang dikelola Doni. Menjelang masa pelunasan, hasil panen yang diperkirakan hanya sekitar 500 kilogram justru melimpah dua hingga tiga kali lipat dari perkiraan. Rezeki itulah yang akhirnya cukup untuk melunasi biaya keberangkatan keduanya.

“Alhamdulillah, hasil kebun itulah yang menjadi jalan. Kami tidak menyangka panennya seberlimpah ini, cukup untuk kami berdua berangkat bersama,” kenangnya.

Dona pun harus berkorban lebih jauh, ia melepaskan pekerjaannya sebagai karyawan sebuah perusahaan aplikasi di Dharmasraya. Mengingat durasi ibadah haji yang cukup panjang, izin cuti panjang tidak memungkinkan diperoleh. Baginya, kesempatan mengemban amanah orang tua adalah hal yang tak ternilai harganya.

Kini, keduanya telah berada di Tanah Suci dengan perasaan yang bercampur syukur dan kerinduan.

“Masih teringat pesan ibu yang sering bertanya kapan giliran kami berangkat. Kami berdoa semoga langkah kami ini menjadi kelanjutan harapan yang mereka impikan selama ini,” tutupnya.

Bagi Dona dan Doni, perjalanan ini bukan sekadar menunaikan ibadah pribadi, melainkan bukti bahwa di tengah keterbatasan dan kehilangan, ikhtiar dan kepercayaan akan senantiasa membuka jalan untuk mewujudkan amanah dan harapan yang belum selesai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Diona Arvoni
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Padang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.