Siapkan Siswa Unggul dan Berkarakter, MAN 1 Kota Padang Gelar Diksistar Angkatan III
Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, ini merupakan wadah penempaan jiwa raga, di mana potensi akademik yang mereka miliki akan diselaraskan dengan kekuatan fisik, ketahanan mental, dan kelembutan akhlak.
PADANG – Matahari pagi menyapa lembut kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin pagi (24/8/2026).
Namun di ABG Waterpark, suasana terasa berbeda. Semangat dan ketegangan bercampur menjadi satu di wajah enam puluh tujuh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Padang yang berdiri tegak dalam barisan rapi.
Hari itu, mereka resmi memulai perjalanan empat hari yang akan mengubah cara mereka memandang ketangguhan, kedisiplinan, dan masa depan yaitu Pendidikan Siswa Taruna (Diksistar) Angkatan III Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, ini merupakan wadah penempaan jiwa raga, di mana potensi akademik yang mereka miliki akan diselaraskan dengan kekuatan fisik, ketahanan mental, dan kelembutan akhlak.
Selama empat hari ke depan, mereka akan hidup dalam keterbatasan, berlatih di bawah arahan lima personel Kodim 0312/Padang, dan dibimbing oleh kakak-kakak kelas Taruna XII yang telah melewati fase yang sama sebelumnya.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pemad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Tan Gusli, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut memandang Diksistar sebagai jawaban nyata madrasah terhadap perubahan zaman yang kian deras.
Menurutnya, di era digital di mana informasi bergerak tanpa batas, kecerdasan semata tidaklah cukup,, generasi muda harus memiliki pondasi karakter yang kokoh agar tidak terombang-ambing arus perubahan.
"Kita sedang menghadapi dunia yang cepat berubah, era digital di mana informasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Ini penuh dengan tantangan. Kita harus siap. Madrasah sudah mempersiapkan itu semua," ujar Tan Gusli di hadapan para peserta.
Ia menegaskan bahwa penguatan di madrasah tidak hanya bicara soal nilai di atas kertas, melainkan juga akhlakul karimah yang menjadi landasan moral.
Diksistar, lanjut Tan Gusli adalah sarana untuk menempa diri secara utuh kuat fisiknya, teguh mentalnya, dan dalam spiritualnya.
"Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga usai mengikuti Diksistar, kalian kuat secara fisik, mental, dan spiritual. Kegiatan Diksistar ini adalah persiapan untuk menjadi pemimpin masa depan," pesannya menggema di tengah lapangan.
Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal, menatap barisan siswa itu dengan bangga. Ia manyampaikan bahwa program kelas taruna yang diinisiasi sejak tahun ajaran 2024/2025 bukanlah program sembarangan.
Setiap calon siswa harus melewati seleksi ketat matematika, kebahasaan, hingga literasi teknologi sebelum akhirnya terpilih menjadi bagian dari keluarga besar Taruna MAN 1 Kota Padang.
"Kami ingin siswa Taruna MAN 1 Kota Padang dapat menjadi garis terdepan yang menjadi cerminan keunggulan madrasah," ungkap Afrizal.
Tahun ini, ada perubahan penting yang membuat Angkatan III istimewa. Dua konsentrasi yang sebelumnya terpisah yaitu Taruna British untuk orientasi perguruan tinggi umum dan Taruna Arabian untuk studi ke Timur Tengah kini dilebur menjadi satu.
Setiap siswa kini akan dibekali bahasa Inggris, bahasa Arab, dan penguasaan teknologi secara bersamaan. Sebuah langkah berani, agar kelak mereka mampu bersaing di mana pun, baik di negeri ini maupun di mancanegara.
"Program kelas taruna ini jangan sampai patah di tengah jalan, dan harus didukung oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan," tegas Afrizal, menegaskan komitmen penuh pihak madrasah untuk menjaga keberlanjutan program unggulan ini.
Empat hari bukanlah waktu yang lama, namun setiap menitnya akan diisi dengan hal yang bermakna.
Di bawah bimbingan personel TNI AD dari Kodim 0312 Padang, para siswa akan digembleng melalui latihan fisik yang menguras tenaga, pembentukan kedisiplinan yang menuntut ketelitian, pemantapan kepemimpinan yang melatih keberanian mengambil keputusan hingga wawasan kebangsaan yang menanamkan cinta tanah tumpah darah.
Tidak ada yang boleh menyerah. Karena di sini, mereka belajar bahwa kesulitan bukan alasan untuk berhenti, melainkan justru tempat untuk tumbuh lebih kuat.
Bagi Afrizal, output dari semua penempaan ini sangatlah jelas. MAN 1 Padang tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual. Sekolah ini ingin mencetak anak-anak muda yang tangguh badannya, kokoh karakternya, dan mulia akhlaknya.
"Kami ingin lulusan MAN 1 Padang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dunia global," tutup Afrizal dengan senyum penuh harap.
Matahari semakin tinggi, namun semangat enam puluh tujuh siswa Taruna itu tak luntur.
Mereka telah melangkah masuk ke dalam babak baru kehidupan babak di mana mereka belajar bahwa menjadi yang terdepan bukan hanya soal kecerdasan, melainkan tentang ketangguhan, disiplin, dan ketulusan mengabdi.
Dan di sinilah, di tengah semangat kebersamaan itu, masa depan pemimpin-pemimpin muda mulai ditempa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

