Pemkot Padang Panjang Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Lingkungan Sekolah
Kegiatan simulasi mitigasi bencana (Foto: Diona/TIMES Indonesia)

Pemkot Padang Panjang Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Lingkungan Sekolah

Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 dimanfaatkan Pemkot Padang Panjang untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda.

TIMES Padang,Minggu 26 April 2026, 23:00 WIB
495
D
Diona Arvoni

PADANG PANJANGPemerintah Kota Padang Panjang (Pemkot Padang Panjang) terus mendorong terbentuknya budaya siaga bencana sejak dini, salah satunya melalui lingkungan sekolah.

Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda, yang dipusatkan di SMP Negeri 5 Padang Panjang, Ahad (26/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, membangun budaya tangguh harus dimulai dari kesadaran kolektif seluruh elemen, termasuk dunia pendidikan.

“Kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, seluruh unsur dan komponen masyarakat,” ujarnya.

Wawako Allex menekankan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sadar terhadap risiko bencana.

Ia mendorong seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana melalui simulasi rutin, edukasi mitigasi, dan penyediaan sarana keselamatan yang memadai.

“Kita ingin seluruh ruang publik, khususnya sekolah, memiliki kesiapan dan prosedur yang jelas dalam menghadapi bencana,” katanya.

"Anak-anak harus dibekali pengetahuan agar mampu menyelamatkan diri dan membantu sesama saat terjadi kondisi darurat," imbuh Allex.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kesbangpol Dian Eka Purnama menyampaikan, secara geografis Padang Panjang memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi dan beragam.

Mulai dari gempa bumi, letusan gunung api, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, kebakaran, hingga kedaruratan non-alam.

“Bencana bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan sistem respons yang baik,” jelasnya.

Ia berharap melalui peringatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat, sehingga Padang Panjang dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala OPD, camat, jajaran BPBD Kesbangpol, serta pihak terkait lainnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Diona Arvoni
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Padang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.