Kakanwil Kemenag Sumbar Tekankan Metode Lebih Penting dari Materi Pembelajaran
Kepala MTsN 3 Lima Puluh Kota, Budi, bersama Kakanwil Kemenag Sumbar dan disaksikan jajaran Kemenag saat kegiatan pembinaan ASN di Sarilamak, Kamis (16/4/2026). (FOTO: Dioni/TIMES Indonesia)

Kakanwil Kemenag Sumbar Tekankan Metode Lebih Penting dari Materi Pembelajaran

TIMES Padang,Kamis 16 April 2026, 13:42 WIB
721
D
Dioni Arvona

LIMA PULUH KOTAMTsN 3 Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus menunjukkan taringnya sebagai madrasah yang tak hanya berprestasi, tetapi juga progresif dalam pembelajaran.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah, Budi, perubahan cara mengajar kini menjadi gerakan nyata, bukan sekadar wacana.

Langkah itu semakin dipertegas dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Momentum ini dimanfaatkan MTsN 3 Lima Puluh Kota untuk memperkuat arah baru: pembelajaran yang hidup, kreatif, dan berorientasi pada potensi siswa.

Kepala MTsN 3 Lima Puluh Kota, Budi, dengan tegas menyatakan bahwa madrasah yang dipimpinnya tidak ingin terjebak dalam pola lama yang monoton.

“MTsN 3 harus menjadi pelopor perubahan. Guru tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan membangkitkan semangat belajar siswa,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).

Di tangannya, MTsN 3 tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membangun karakter dan budaya unggul.

Program hafalan Al-Quran minimal satu juz, pembiasaan kegiatan keagamaan, hingga penguatan budaya riset menjadi fondasi yang terus diperkuat.

Hasilnya pun nyata. MTsN 3 konsisten menorehkan prestasi, termasuk keberhasilan di ajang Kreasi Nasional 2025.

Bahkan, karya ilmiah siswa berhasil menembus publikasi jurnal—sebuah capaian yang menunjukkan kualitas pembelajaran yang semakin matang dan berkelas.

Sejalan dengan itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat dalam arahannya memberi penegasan yang menggugah: keberhasilan pendidikan bukan ditentukan banyaknya materi, melainkan oleh bagaimana materi itu diajarkan.

“Materi itu penting, tapi metode jauh lebih penting. Al-thariqatu ahammu minal maddah. Jika cara mengajar tidak berubah, maka hasil juga tidak akan berubah,” tegasnya.

Pesan itu seakan menjadi penguat arah yang sudah dijalankan MTsN 3 Lima Puluh Kota.

Dengan kepemimpinan yang visioner dan semangat inovasi yang terus tumbuh, madrasah ini kian mantap melangkah sebagai lembaga pendidikan unggulan yang siap menjawab tantangan zaman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Dioni Arvona
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Padang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.